Pages

MAKALAH HB

Respons: 0 comments


HB
(HEMOGLOBIN)
AKBID.JPG



Di Susun Oleh :
Nama  :
Kelompok:

YAYASAN PENDIDKAN KURNIA JAYA AKADEMI KEBIDANA ANDI MAKASSAR PAREPARE
TAHUN AKADEMIK 2012/2013


KATA PENGANTAR


            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “HEMOGLOBIN ”
Makalah ini berisikan tentang informas  Pengertian Hemoglobin atau yang lebih khususnya membahas Membahas pengertian Hemoglobin, faktor-faktor yang mempengaruh Hemoglobin, serta  kadar dan contoh  Hemoglobin .
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Hemoglobin.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Pinrang, 08 Sebtemberember, 2012

                               
                Penyusun                             


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                                         i
DAFTAR ISI                                                                                                        ii
BAB I
Pendahuluan                                                                                             1
BAB II
Kajian pustaka dan Pembahasan                                                               2
Pengertian hemoglobin                                                                             2
Kadar Hemoglobin                                                                                   2
Struktur Hemoglobin                                                                                3
Kegunaan Hemoglobin                                                                             4
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Henoglobin                                      4
BAB III
Konsep hemoglobin                                                                                  11
BAB IV
Penutup                                                                                                     23
Kesimpulan                                                                                               23
Saran                                                                                                         23
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Darah memegang peranan inti dalam kehidupan manusia. Darah beredar dalam pembuluh darah membentuk suatu sistem sirkulasi, dengan jantung sebagai pompanya. Peranannya sebagai medium pertukaran antara sel-sel terfiksasi dalam tubuh dan lingkungan luas serta memiliki sifat-sifat protektif terhadap organisme sebagai sutu keseluruhan dan khususnya terhadap darah sendiri.
Sel darah merah adalah cakram bikonkaf yang tidak berinti yang kira-kira 2m pada bagian tengah tebalnya hanya 1m. Komponen utama dalam sel darah merah adalah protein Hemoglobin (Hb). Fungsi utama hemoglobin adalah transpor O2 dan CO2.
Berdasarkan penjelasan diatas, kita akan membahas apa itu Hemoglobin dan proses pengikatan hemoglobin dengan oksigen.

1.2  Perumusan Masalah
1.    Apa itu Hemoglobin?
2.    Apa kegunaan dari Hemoglobin bagi tubuh manusia?
3.    Bagaimanakah proses pengikatan hemoglobin dengan oksigen?
4.    Faktor - faktor  apa saja yang mempengaruhi afinitas hemoglobin (hb) terhadap O2? 
1.3  Tujuan Penulisan
1.    Mengenal proses kesetimbangan kimia dalam kehidupan sehari-hari.
1.4         Manfaat Penulisan
1.    Untuk mengenal proses kesetimbangan kimia dalam kehidupan sehari-hari.
2.    Mengetahui tentang hemoglobin serta kegunaan hemoglobin bagi tubuh.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Hemoglobin (Hb)

Hemoglobin adalah metal-protein pengangkut oksigen yang mengandung besi  dalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Molekul hemoglobin  terdiri dari globin, apoprotein dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan  satu atom besi

2.2 Kadar Hemoglobin
Batasan normal kadar hemoglobin tergantung pada usia dan, mulai pada masa remaja, jenis kelamin orang tersebut. Kisaran normal adalah:



Kelompok
Umur / Jenis Kelamin
Hb (gr/100ml)
Anak
1.      6 bulan sampai 6 tahun
11
2.      6-14 tahun
12
Dewasa
1.      Laki-laki
13
2.       Wanita
12
3.      Wanita hamil
11








2.3  Struktur Hemoglobin
Pada pusat molekul terdapat cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin yang menahan satu atom besi, atom besi ini merupakan situs/loka ikatan oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin
Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 subunit protein), yang terdiri dari masing-masing dua subunit alfa dan beta yang terikat secara nonkovalen. Subunit - subunitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama. Tiap subunit memiliki berat molekul kurang lebih 16,000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi sekitar 64,000 Dalton. Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen:
Reaksi bertahap dapat dinayatakan dalam persamaan reaksi kesetimbangan :
·     Hb + O2 -> Hbo2
·     HbO2 + O2 -> Hb (O2)2
·     Hb (O2)2 + O2 -> Hb (O2)3
·     Hb (O2)3 + O2 -> Hb (O2)4
Reaksi keseluruhan:
·    Hb + 4O2 ->Hb (O2)4

Penggabungan oksigen dengan molekul hemoglobin (Hb) merupakan reaksi yang sangat kompleks. HbO2 adalah oksihemoglobin, kompleks hemoglobin yang menjadi alat transportasi oksigen ke jaringan. Tetapan kesetimbangannya adalah sebagai berikut

Kc = [HbO2] per [HbO2] [O2]
Pada ketinggian 3 km tekanan parsial oksigen kira-kira hanya 0,14 atm, sedangkan tekanan parsial permukaan laut sekitar 0,2 atm .
Menurut prinsip Le Chatelier, pengurangan konsentrasi oksigen akan menggeser kesetimbangan diatas dari kanan ke kiri. Hal ini mengakibatkan berubahnya kadar oksigen hemoglobin , tubuh memerlukan waktu yang lama. Kesetimbangan akan bergeser dari kiri ke kanan sejalan dengan terbentuknya oksihemoglobin. Penambahan jumlah hemoglobin sangat lambat yaitu dua sampai tiga minggu untuk membentuknya. Terkadang untuk mengembalikan kadarnya ke kondisi normal dibutuhkan beberapa tahun.
  
2.4  Kegunaan Hemoglobin
1.      Mengatur pertukaran oksigen dengan karbondioksida di dalam jaringan -jaringan tubuh. 
2.      Mengambil oksigen dari paru-paru kemudian dibawa ke seluruh jaringan - jaringan tubuh untuk dipakai sebagai bahan bakar. 
3.      Membawa karbondioksida dari jaringan-jaringan tubuh sebagai hasil metabolisme ke paru-paru untuk di buang.

2.5  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Afinitas Hemoglobin (Hb) Terhadap O2 

1.      Keasaman atau pH
Keasaman bertambah atau pH semakin turun dan kadar ion H+ meningkat akan melemahkan ikatan antara oksigen dan hemoglobin sehingga kurva disosiasi oksigen - hemoglobin bergerak ke kanan (Afinitas Hb terhadap O2 berkurang ) sehingga menyebabkan hemoglobin melepaskan lebih banyak oksigen ke jaringan.
Misal peningkatan asam laktat dan asam karbonat yang dihasilkan oleh jaringan yang aktif secara metabolic.  Keasaman turun atau PH naik afinitas Hb terhadap O2 bertambah sehingga kurva disosiasi oksigen hemoglobin bergerak ke kiri (afinitas Hb tehadap O2 Bertambah) dan hemoglobin banyak mengikat O2. Hb bekerja sbg buffer utk ion H+ . 
2.      PO2 atau Tekanan Parsial O2
Apabila PO2 darah meningkat , misalnya seperti di kapiler paru, Hb berikatan dengan sejumlah besar O2 mendekati 100% jenuh, PO2 60-100 mmHg : Hb >/90% jenuh (afinitas Hb terhadap O2 bertambah) dan kurva disosiasi oksigen hemoglobin bergerak ke kiri.
Dan apabila PO2 menurun, misal di kapiler sistemik PO2 antara 40 dan 20 mmHg (75-35% jenuh) : sejumlah besar O2 dilepas dari Hb setiap penurunan PO2, afinitas Hb terhadap O2 berkurang dan kurva disosiasi oksigen hemoglobin bergeser ke kanan.
3.      PCO2 atau Tekanan Parsial CO2
PCO2 darah meningkat di kapiler sistemik sehingga CO2 berdifusi dari sel ke darah mengikuti penurunan gradiennya menyebabkan penurunan afinitas Hb terhadap O2 (Hb lebih banyak membebaskan O2) kurva disosiasi oksigen hemoglobin bergeser ke kanan.
PCO2 darah menurun di kapiler paru sehingga CO2 berdifusi dari darah ke alveoli menyebabkan peningkatan afinitas Hb terhadap O2 ( Hb lebih banyak mengikat O2) kurva disosiasi oksigen hemoglobin bergeser ke kiri. 
4.      Temperatur atau Suhu
Panas yang dihasil reaksi metabolism dari kontraksi otot melepaskan banyak asam & panas menyebabkan temperatur tubuh naik dan sel aktiv perlu banyak O2 memacu pelepasan O2 dari oksiHb (afinitas Hb tehadap O2 berkurang) kurva bergeser ke kanan.
Hipotermia menyebabkan metabolisme sel lambat sehingga O2 yang dibutuhkan jaringan sedikit pelepasan O2 dari Hb juga lambat (afinitas Hb terhadap O2 berkurang) dan kurva disosiasi oksigen hemoglobin bergeser ke kiri. 
5.      BPG
Peningkatan BPG yang dihasikan dari suatu metabolit glikolisis dan terdapat dalam darah sehingga Hb berikatan dg BPG dapat mengurangi afinitas Hb thd O2 dan kurva bergeser ke kanan. Hormon tiroksin, GH, epinefrin, norepi & testosteron dapat meningkatkan pembentukan BPG dan kadar BPG meningkat pada orang yg tinggal di dataran tinggi. 
Penurunan BPG di darah menyebabkan ikatan Hb terhadap O2 semakin kuat karena Hb tidak diikat oleh BPG afinitas Hb terhadap O2 bertambah, kurva disosiasi oksigen hemoglobin bergeser ke kiri. 


BAB III
KONSEP HEMOGLOBIN

3.1  Konsep Hemoglobin
Hame ini di buat dalam mitokokondria dan menambah acetid acid manjadi alpha ketoglutaricacid + glicine membentuk “pyrrole compound” menjadi protopophyrine II yang dengan Fe berubah menjadi hame. Selanjutnya 4 hame bersenyawa dengan globulin membentuk haemoglobin. Menurut Poppy Kumaila dalam Kamus Saku Kedokteran Dorland (1996 :499) Haemoglobin adalah pigmen pembawa oksigen eritrosit, dibentuk oleh eritrosit yang berkembang dalam sumsum tulang, merupakan empat rantai polipeptida globin yang berbeda, masing-masing terdiri dari beberapa ratus asam amino. Haemoglobin memerankan peranan penting dalam pengangkutan oksigen selama ia dapat kembali mengikat oksigen. Haemoglobin cenderung mengikat oksigen apabila lingkungannya penuh dengan oksigen dan melepaskan oksigen dalam lingkungan yang relatif rendah oksigennya. Ini berarti haemoglobin mengambil oksigen dalam paru dan melepaskan ke jaringan-jaringan seperti otot aktif. Pada orang-orang yang mengandung haemoglobin normal, kapasits darahnya membawa oksigen kira-kira 20 mL oksigen per 100 mL darah. Hampir alam semua keadaan, darah mengandung banyak sekali oksigen ketika bergerak melalui paru.
            Ketika darah arteri mencapai kapiler dalam jaringan yang menyerap oksigen darah menemui lingkungan yang relatif rendah konsentrasi oksigen. Dalam kedaan seperti itu , sebagian oksigen dilepaskan dari haemoglobin darah dan bercampur dalam sel jaringan, dimana oksigen dapat digunakan dalam metabolisme aerobik. Sebagai oksigen darah yang telepas ke jaringan tersebut ditentukakan oleh konsentrasi oksigen jaringan tersebut. Pada jaringan yang lambat menyerap oksigen, oksigen yang dilepaskan dari sel darah merah relatif kecil, namun pada jaringan yang cepat menyerap oksigen
bagian-bagian oksigen terkurangi lebih besar. Jadi, pelepasan oksigen oleh sel-sel darah merah ke jarangan meningkat sesuai dengan tingkat penggunaan oksigen oleh jaringan tersebut.
Haemoglobin dibawa oleh sel darah merah (eritrosit) sirkulasi. Sirkulasi ini berputar selama kurang lebih 10 hari yang mengandung kira-kira 3 x 10 sel darah merah. Estimasi kasar kadar haemoglobin darah dapat diperoleh dari jumlah hematokrit atau dari jumlah darah dengan rekonsumsi tiap sel darah merah yang mempunyai haemoglobin normal (Astrand, 1986 : 131-132).
            Sintesis haemoglobin terjadi didalam organ haemopetik (sumsum tulang) mula-mula suksinat dan glisin bergabung didalam organ haemopetik membentuk asam amino ketaodipat dan asam amino levulinat. Kedua asam tersebut dihasilkan dibawah pengaruh ALA (amino laevulinic acid) sintesis yang merupakan enzim pengatur kecepatan bagi keseluruhan sintesis haemoglobin. Dua molekul ALA berkondensasi menjadi satu molekul porfobilinogen, monopirol pengganti dan empat molekul porfobilinogen berkondensasi (menggunakan uroporfirinogen I sintase dan uroporfirinogen III ko-sintese) untuk membentuk komponen isomer terapirol (pofirin) siklik, uroporfirinogen seri I dan III. Uroporfirinogen I merupakan prekursor porfirin lain, tetapi tak berperanan lebih lanjut dalam sintesis heme. Uroproporfirinogen III merupakan prekursor seri porfirin III dan dikonversi menjadi koproporfirinogen IX yang mengehelasi besi (II) (ion ferro) untuk membentuk hame. Hame menghambat ALA sintase dan membentuk kontrol umpan balik atas sintesa profirin serta haemoglobin.
            Tiap molekul hame bergabung dengan satu molekul globin dan semua molekul haemoglobin mengandung 4 pasang hame + globulin dengan berat molekul total 68.000. Beberapa jenis polipeptida globin bisa mengambil bagian di dalam molekul haemoglobin, haemoglobin dewasa normal, HbA, mempunyai dua rantai a globin dan dua rantai b globin. Eritrosit juga mengandung sejumlah kecil protopofirin bebas (Baron, 1990:140). Katabolisme haemoglobin terjadi didalam sistem retikulo endothelial, eritrosit dirusak dan dilepaskan haemoglobin. Beberapa hame dilepaskan ke dalam sumsum tulang selama maturasi eritoblas atau dari sel-sel yang mati pada seritropoesis yang tidak efektif. 
Globin terpisah dari hame dan terbentuk hemeatin, dalam besi hame dioksidasi menajadi besi III (feri). Kemudian cincin poriferin terbuka dan besi dilepaskan, disertai pembentukan komponen biliverdin berantai lurus. Ia dikonversi ke bilirubin dengan reduksi. Jalur minor mula-mula membuka cincin untuk membentuk koleglobin dan kemudian melapaskan besi dan globin untuk menghasilkan biliverdin globin dan kemudian biliverdin. Besi dan asam-asam amino globin ditahan, kemudian cincin priol diekskresikan sebagai bilirubin. Laki-laki dewasa normal mengandung sekitar 800 gram haemoglobin (nilai rujukan di dalam darah: 13-18 g/dl), yang sekitas 7 g dihasilkan dan dirusak tiap hari. Pada wanita, haemoglobin tubuh total sekitar 600 g (nilai rujukan didalam darah: 11,5-16,5 g/dl) (Dikutip dari V.O.Wiharmoko P, 2004: 15).

Pemeriksaan Hemoglobin metode sahli
Pemeriksaan Hb menurut Sahli digolongkan kepada metoda colorimetri. 
Prinsipnya, Hb darah diubah menjadi Hematin chlorida, yang warnanya menjadi coklat tua (tengguli). warna yang terjadi diencerkan dengan aquadest sampai dengan warna standart Hematin chlorida.
Peralatan :
Alatnya disebut "HAEMOMETER" yang terdiri dari :
1.      Sepasang cylinder glass berisi larutan standart warna, kita sebut saja pembanding warna.
2.      Tabung pengukur (tabung pengencer) yang mempunyai garis-garis, skala yang            menunjukan     kadar Hb. Skala yang terendah adalh angka 2.
3.      Pipet darah kapiler (Pipet Hemoglobin) seukuran yang mempunyai volume 20 mm3 pada Garis batasnya        
4.      Pipet pasteur untuk aquadest
5.      Batang glas pengaduk
Reagen yang diperlukan : HCl 0,1 N dan Aquadestilata
Tehnik Pemeriksaan :
1.      Siapkan tabung dan isilah dengan HCl 0,1 N hingga garis yang terendah (pada angka 2).
2.      Kemudian buatlah luka kapiler pada jari sedemikian rupa hingga darah keluar dengan baik    tanpa memijat-mijat jari.
3.      Hisaplah dengan pipet kapiler Hemoglobin (slang penghisap dibibir pemeriksa) darah peripher tsbt. hingga garis batas 20 mm3.
4.      Bersihkan, disapu dengan kertas saring, darah yang terdapt dibagian luar ujung pipet. Hati-hati jangan sampai darah dalam kapiler turut keluar.
5.      Masukkan pipet kapiler tsbt. kedalam tabung pengukur hingga tercelup didalam HCl 0,1 N dan hembuskan perlahan-lahan. Isap dan hembuskan lagi supaya isi tabung tercampur dengan baik. Letakkan tabung pengukur tsbt. diantara dua telapak tangan dan kocoklah beberapa saat, Tunggulah 1-2 menit. Terjadi warna coklat tua.
6.      Ambilah Aquadest dengan pasteur pipet dan teteskan tetes demi tetes kedalam larutan Hematin chlorida yang berwrna coklat tua itu dan aduk dengan batang gelas pengaduk. Dengan melatakkan kedalam celah diantara cylinder warna standart kita samakan isi tabung perngukur itu. Bila masih terlalu tua warnanya tetesi lagi aquadest. Bila terlampau banyak aquadest dan warna menjadi lebih muda maka pemeriksaanharus diulang dari awal.
7.      Setelah tercapai warna yang sama, kita perhatikan garis batas mana yang dicapai oleh permukaan larutan, menumjukan skala atau kadar Hb. dalam gr%.
Misalnya : pada angka 13 >>> jadi kadar Hb = 13 gr%

Nilai normal hemoglobin
Menurut Soenarto (1980) dengan pemeriksaan Hb ini kita akan mendapatkan gambaran dari penderita apakah normal atau abnormal . Nilai atau batas terendah manakah dari Hb yang dianggap normal ? Untuk itu perlu kita menggunakan kriteria yang seragam ialah dari WHO (1972). Ini telah dipakai dan dianjurkan oleh ahli-ahli kita. Kriteria persangkaan Anemi pada seseorang  bila Hb dibawah :
Pria dewasa                     13 g %
Wanita tak hamil               12 g %
Wanita hamil                      11 g %
Anak :
6 bl — 6 th                       11 g %
6 th — 14 th                       12 g %
Pengukuran Hb yang disarankan oleh WHO ialah dengan cara cyanmet, namun cara oxyhaemoglobin dapat pula dipakai asal distandarisir terhadap cara cyanmet.
Sampai saat ini baik di PUSKESMAS maupun dibeberapa Rumah sakit di negara kita masih menggunakan alat Sahli.

Kesalahan kesalahan yang sering terjadi pada pemeriksaan hemoglobin
Berdasarkan p etunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas, Jakarta, Departemen Kesehatan RI, 1991, Kesalahan – kesalahan yang sering  terjadi  ialah :
1.      Alat / regen kurang sempurna, yaitu :

    a. Volume pipet Hb tidak selalu tepat 20 ul

    b. Warna standard sering sudah pucat.

    c. Kadar larutan HCL sering tidak dikontrol.
2.       Orang yang melakukan pemeriksaan :
a.       Pengambilan darah kurang baik.
b.      Penglihatan pemeriksa tidak normal atau sudah lelah.
c.       Intensitas sinar/penerangan kurang.
d.      Pada waktu waktu membaca hsil dipermukaan terdapat gelembung udara.
e.       Pipet tidak dibilas dengan HCL.
f.       Pengenceran tidak baik.

3.2  Konsep Malaria
               a.    Pengertian Malaria
Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit
( protozoa ) dari genus plasmodium, yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles. Istilah malaria diambil dari dua kata dari bahasa Italia, yaitu Mal ( buruk ) dan Area ( udara ) atau udara buruk, karena dahulu banyak terdapat didaerah rawa – rawa yang mengeluarkan bau busuk. Penyakit ini juga mempunyai beberapa nama lain seperti demam roma, demam rawa, demam tropic, demam pantai, demam charges, demam kura dan paludisme ( Arlan prabowo 2004: 2 )
Malaria adalah penyakit protozoa yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk anopheles ( N’ach, 2003 : 207 ).
Malaria adalah penyakit yang menyerang manusia, burung, kera, dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat yang disebabkan oleh protozoa dari genus plasmodium dan mudah dikenali gejala meriang ( panas dingin menggigil ) serta demam berkepanjangan.
Malaria adalah penyakit yang dapat bersifat cepat maupun lama prosesnya, malaria disebabkan oleh parasit malaria / protozoa genus plasmodium bentuk aseksual yang masuk kedalam tubuh manusia yang ditularkan oleh nyamuk anopeles betina ditandai dengan demam, muka nampak pucat dan pembesaran organ tubuh manusia, ( WHO. 1981 ).
Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia, Penyakit ini secara alami ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina. ( Drs. Bambang Mursito, Apt.M.Si.2002 )
Malaria adalah penyakit yang terjadi bila eritrosit di inovasi oleh salah satu dari empat spesies parasit protozoa plasmodium ( Ilmu Kesehatan Anak, Edisi 15, Volume 2. 2002 ).

Proses Kehidupan Plasmodium
Sebagaimana makhluk hidup lainnya, plasmodium juga melakukan proses kehidupan yang meliputi: Pertama, metabolisme (pertukaran zat). Untuk proses hidupnya, plasmodium mengambil oksigen dan zat makanan dari haemoglobin sel darah merah. Dari proses metabolisme meninggalkan sisa berupa pigmen yang terdapat dalam sitoplasma. Keberadaan pigmen ini bisa dijadikan salah satu indikator dalam identifikasi. Kedua, pertumbuhan. Yang dimaksud dengan pertumbuhan ini adalah perubahan morfologi yang meliputi perubahan bentuk, ukuran, warna, dan sifat dari bagian-bagian sel. Perubahan ini mengakibatkan sifat morfologi dari suatu stadium parasit pada berbagai spesies, menjadi bervariasi.Setiap proses membutuhkan waktu, sehingga morfologi stadium parasit yang ada pada sediaan darah dipengaruhi waktu dilakukan pengambilan darah. Ini berkaitan dengan jam siklus perkembangan stadium parasit. Akibatnya tidak ada gambar morfologi parasit yang sama pada lapang pandang atau sediaan darah yang berbeda. Ketiga, pergerakan. Plasmodium bergerak dengan cara menyebarkan sitoplasmanya yang berbentuk kaki-kaki palsu (pseudopodia). Pada Plasmodium vivax, penyebaran sitoplasma ini lebih jelas terlihat yang berupa kepingan-kepingan sitoplasma. Bentuk penyebaran ini dikenal sebagai bentuk sitoplasma amuboit (tanpa bentuk).
Keempat, berkembang biak. Berkembang biak artinya berubah dari satu atau sepasang sel menjadi beberapa sel baru. Ada dua macam perkembangbiakan sel pada plasmodium, yaitu:
1.      Pembiakan seksual. Pembiakan ini terjadi di dalam tubuh nyamuk melalui proses sporogoni.  Bila mikrogametosit (sel jantan) dan makrogametosit (sel betina) terhisap vektor bersama darah penderita, maka proses perkawinan antara kedua sel kelamin itu akan terjadi. Dari proses ini akan terbentuk zigot yang kemudian akan berubah menjadi ookinet dan selanjutnya menjadi ookista. Terakhir ookista pecah dan membentuk sporozoit yang tinggal dalam kelenjar ludah vektor. Perubahan dari mikrogametosit dan makrogametosit sampai menjadi sporozoit di dalam kelenjar ludah vektor disebut masa tunas ekstrinsik atau siklus sporogoni. Jumlah sporokista pada setiap ookista dan lamanya siklus sporogoni, pada masing-masing spesies plasmodium adalah berbeda, yaitu: Plasmodium vivax: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 30-40 butir dan siklus sporogoni selama 8-9 hari. Plasmodium falsiparum: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 10-12 butir dan siklus sporogoni selama 10 hari. Plasmodium malariae: jumlah sporozoit dalam ookista adalah 6-8 butir dan siklus sporogoni selama 26-28 hari
2.      Pembiakan aseksual. Pembiakan ini terjadi di dalam tubuh manusia melalui proses sizogoni yang terjadi melalui proses pembelahan sel secara ganda. Inti troposoit dewasa membelah menjadi 2, 4, 8, dan seterusnya sampai batas tertentu tergantung pada spesies plasmodium. Bila pembelahan inti telah selesai, sitoplasma sel induk dibagi-bagi kepada setiap inti dan terjadilah sel baru yang disebut merozoit.
a.       Kelima, reaksi terhadap rangsangan. Plasmodium memberikan reaksi terhadap rangsangan yang datang dari luar, ini sebagai upaya plasmodium untuk mempertahankan diri seandainya rangsangan itu berupa ancaman terhadap dirinya. Misalnya, plasmodium bisa membentuk sistem kekebalan (resistensi) terhadap obat anti malaria yang digunakan penderita.  Dengan adanya proses-proses pertumbuhan dan pembiakan aseksual di dalam sel darah merah manusia, maka dikenal ada tiga tingkatan (stadium) plasmodium yaitu:
Stadium tropozoit, plasmodium ada dalam proses pertumbuhan.
b.      Stadium sizon, plasmodium ada dalam proses pembiakan.
c.       Stadium gametosit, plasmodium ada dalam proses pembentukan sel kelamin.
Oleh karena dalam setiap stadium terjadi proses, maka dampaknya bagi morfologi parasit juga akan mengalami perubahan. Dengan demikian, dalam stadium-stadium itu sendiri terdapat tingkatan umur yaitu: tropozoit muda, tropozoit setengah dewasa, dan tropozoit dewasa. Sizon muda, sizon tua, dan sizon matang. Gametosit muda, gametosit tua, dan gametosit matang.
Untuk sizon berproses berawal dari sizon dewasa pecah menjadi merozoit-merozoit dan bertebaran dalam plasma darah. Merozoit kemudian menginvasi sel darah merah yang kemudian tumbuh menjadi troposoit muda berbentuk cincin atau ring form. Ring form tumbuh menjadi troposoit setengah dewasa, lalu menjadi troposoit dewasa. Selanjutnya berubah menjadi sizon muda dan sizon dewasa. Pada saat menjadi merozoit-merozoit, sizon dewasa mengalami sporulasi yaitu pecah menjadi merozoit-merozoit baru. Di sini dapat dikatakan, proses dari sizon dewasa untuk kembali ke sizon lagi, disebut satu siklus. Lamanya siklus ini dan banyaknya merozoit dari satu sizon dewasa, tidak sama untuk tiap spesies plasmodium. Pada plasmodium falsiparum: jumlah merozoit di dalam satu sel sizon dewasa sebanyak 32 dan lama siklusnya 24 jam. Artinya reproduksi tinggi dan cepat sehingga kepadatan troposoit pada darah sangat tinggi.
Plasmodium vivax: jumlah merozoit di dalam satu sel sizon dewasa sebanyak 16 dan lama siklusnya 48 jam. Artinya reproduksi rendah dan lebih lambat, sehingga kepadatan troposoit pada darah sering rendah. Plasmodium malariae: jumlah merozoit di dalam satu sel sizon dewasa sebanyak delapan dan lama siklusnya 72 jam. Artinya reproduksi lebih rendah dan lebih lambat. Ini mungkin yang menjadi penyebab jarangnya spesies ini ditemukan.  Akhirnya, karena perbedaan proses perkembangan, maka masa tunas atau pre paten atau masa inkubasi plasmodium di dalam tubuh manusia (intrinsik) masing-masing spesies lamanya berbeda. Plasmodium falsiparum selama 9-14 hari, Plasmodium vivax selama 12-17 hari, dan Plasmodium malariae 18 hari.

Siklus Hidup Plasmodium pada Tubuh Manusia
Ketika nyamuk anopheles betina (yang mengandung parasit malaria) menggigit manusia, akan keluar sporozoit dari kelenjar ludah nyamuk masuk ke dalam darah dan jaringan hati. Dalam siklus hidupnya parasit malaria membentuk stadium sizon jaringan dalam sel hati (stadium ekso-eritrositer). Setelah sel hati pecah, akan keluar merozoit/kriptozoit yang masuk ke eritrosit membentuk stadium sizon dalam eritrosit (stadium eritrositer). Disitu mulai bentuk troposit muda sampai sizon tua/matang sehingga eritrosit pecah dan keluar merozoit.
Sebagian besar Merozoit masuk kemabli ke eritrosit dan sebagian kecil membentuk gametosit jantan dan betina yang siap untuk diisap oleh nyamuk malaria betina dan melanjutkan siklus hidupnya di tubuh nyamuk (stadium sporogoni). Didalam lambung nyamuk, terjadi perkawinan antara sel gamet jantan (mikro gamet) dan sel gamet betina (makro gamet) yang disebut zigot. Zigot berubah menjadi ookinet, kemudian masuk ke dinding lambung nyamuk berubah menjadi ookista. Setelah ookista matang kemudian pecah, keluar sporozoit yang berpindah ke kelenjar liur nyamuk dan siap untuk ditularkan ke manusia. Khusus Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale pada siklus parasitnya di jaringan hati (sizon jaringan) sebagian parasit yang berada dalam sel hati tidak melanjutkan siklusnya ke sel eritrosit, akan tetapi tertanam di jaringan hati –disebut hipnosit-. Bentuk hipnosit inilah yang menyebabkan malaria relapse. Pada penderita yang mengandung hipnosoit, apabila suatu saat dalam keadaan daya tahan tubuh menurun misalnya akibat terlalu lelah, sibuk, stress atau perubahan iklim (musim hujan), hipnosoit dalam tubuhnya akan terangsang untuk melanjutkan siklus parasit dari sel hati ke eritrosit. Setelah eritrosit yang berparasit pecah akan timbul kembali gejala penyakit. Misalnya 1 – 2 tahun sebelumnya pernah menderita Plasmodium vivax/ovale dan sembuh setelah diobati, bila kemudia mengalami kelelahan atau stress, gejala malaria akan muncul kembali sekalipun yang bersangkutan tidak digigit oleh nyamuk anopheles. Bila dilakukan pemeriksaan, akan didapati SD positif Plasmodium vivax/ plasmodium ovale. Pada Plasmodium falciparum serangan dapat meluas ke berbagai organ tubuh lain dan menimbulkan kerusakan seperti di otak, ginjal, paru, hati dan jantung, yang mengakibatkan terjadinya malaria berat atau komplikasi. Plasmodium Falciparum dalam jaringan yang mengandung parasit tua – bila jaringan tersebut berada di dalam otak- peristiwa ini disebut sekustrasi. Pada penderita malaria berat, sering tidak ditemukan plasmodium dalam darah tepi karena telah mengalami sekuestrasi. Meskipun angka kematian malaria serebral mencapai 20-50% hampir semua penderita yang tertolong tidak menunjukkan gejala sisa neurologis (sekuele) pada orang dewasa. Malaria pada anak kecil dapat terjadi sekuel.
Ada empat jenis Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria, yaitu sebagai berikut :
1.      Plasmodium Vivax, menyebabkan malaria vivax yang disebut pula sebagai malaria tertiana. Malaria tertiana (paling ringan), yang disebabkan Plasmodium vivax dengan gejala demam dapat terjadi setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi (dapat terjadi selama dua minggu setelah infeksi).
2.      Plasmodium falciparum, menyebabkan malaria falciparum yang dapat pula disebut sebagai malaria tersiana. Demam rimba (jungle fever), malaria aestivo-autumnal atau disebut juga malaria tropika, disebabkan plasmodium falciparum merupakan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria. Organisme bentuk ini sering menghalangi jalan darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau dan kematian.
3.      Plasmodium malariae, menyebabkan malaria malariae atau malaria kuartana karena serangan demam berulang pada tiap hari keempat. Malaria kuartana yang disebabkan Plasmodium malariae, memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika, gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah infeksi terjadi. Gejala itu kemudian akan terulang lagi tiap tiga hari.
4.      Plasmodium ovale, menyebabkan malaria ovale dengan gejala mirip malaria vivax. Malaria ini   merupakan jenis ringan dan dapat sembuh sendiri

3.3  Gejala Malaria
Gejala serangan malaria pada penderita yaitu:
 Gejala klasik, biasanya ditemukan pada penderita yang berasal dari daerah non endemis malaria atau yang belum mempunyai kekebalan (immunitas); atau yang pertama kali menderita malaria. Gejala ini merupakan suatu parokisme, yang terdiri dari tiga stadium berurutan:
·         Menggigil (selama 15-60 menit), terjadi setelah pecahnya sizon dalam eritrosit dan keluar zat-zat antigenik yang menimbulkan mengigil-dingin.
·         Demam (selama 2-6 jam), timbul setelah penderita mengigil, demam dengan suhu badan sekitar 37,5-40 derajad celcius, pada penderita hiper parasitemia (lebih dari 5 persen) suhu meningkat sampai lebih dari 40 derajad celcius.
·         Berkeringat (selama 2-4 jam), timbul setelah demam, terjadi akibat gangguan metabolisme tubuh sehingga produksi keringat bertambah. Kadang-kadang dalam keadaan berat, keringat sampai membasahi tubuh seperti orang mandi. Biasanya setelah berkeringat, penderita merasa sehat kembali.


Gejala malaria berdasarkan jenis malaria antara lain:
a.       Gejala Malaria Vivax & Ovale
Gejala yang terlihat sangat samar; berupa demam ringan yang tidak menetap, keringat dingin, dan berlangsung selama 1 minggu membentuk pola yang khas. Biasanya demam akan terjadi antara 1 – 8 jam. Setelah demam reda, pengidap malaria ini merasa sehat sampai gejala susulan kembali terjadi. Gejala jenis malaria ini cenderung terjadi setiap 48 jam.
b.      Gejala Malaria Falciparum 
Gejala awal adalah demam tinggi, suhu tubuh naik secara bertahap kemudian tiba-tiba turun. Serangan bisa berlangsung selama 20 – 36 jam, dan penderita mengalami sakit kepala hebat. Setelah gejala utama mereda, pengidap akan merasa tidak nyaman.
Gejala Malaria Malariae (kuartana) Suatu serangan seringkali dimulai secara samar-samar. Serangannya menyerupai malaria vivax, dengan selang waktu setiap 72 jam.

5 MAKANAN PENINGKAT HEMOGLOBIN
Seperti diketahui, penurunan jumlah sel darah merah adalah masalah serius yang dapat menjadi tanda anemia, infeksi, atau bahkan pendarahan. Mengingat fungsi dan tugas hemoglobin sangat vital, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga hemoglobin tetap sehat.
Caranya cukup mudah dan sederhana, yakni dengan mengonsumsi beberapa makanan berikut ini, seperti yang dipapakan dalam laman healthmeup:
* Daging merah: Meski belakangan ini daging merah kerap mendapat reputasi buruk. Tetapi makanan kaya zat besi ini dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah Anda. Daging merah tinggi akan zat besi heme, yang dapat dengan mudah diserap oleh tubuh. Tapi ingat, konsumsi daging merah secara berlebihan dapat memicu perkembangan penyakit jantung. Diet seimbang adalah kuncinya.
* Sayuran : Beetroot, bayam, kacang polong, kubis, lobak, kentang dan kembang kol adalah sayuran sekaligus obat alami untuk meningkatkan jumlah darah, ia memiliki kemampuan untuk regenerasi zat besi dan mengaktifkan sel-sel darah merah, memasok oksigen segar ke darah.
* Buah-buahan : Buah-buahan seperti kismis, plum, buah ara kering, aprikot, apel, anggur dan semangka tidak hanya membantu sel-sel darah merah mengalir tetapi juga meningkatkan jumlah darah. Bahkan, aneka produk buah jeruk juga dipercaya mampu untuk memikat zat besi.
* Kacang: Hampir semua kacang memiliki kandungan zat besi di dalamnya, meski ada beberapa jenis kacang yang tidak memilikinya. Dari semua jenis kacang yang ada, kacang almond merupakan jenis yang memiliki kandungan zat besi paling tinggi. Satu ons almond setiap hari menyediakan sedikitnya 6 persen dari kebutuhan zat besi.


* Roti, Pasta, Sereal: Periksalah label pada kemasan roti gandum, pasta, dan sereal yang Anda beli. Setiap paket harus mengandung 20 persen atau lebih dari nilai harian asupan zat besi. Gandum menawarkan banyak manfaat kesehatan yang setiap orang harus mencoba memasukkannya ke dalam diet sehari-hari, karena kandungan zat besi yang tinggi di dalamnya.
Hemoglobin yang terdapat dalam konsentrat darah merah setelah serumnya dipisahkan dengan menggunakan sentrifugasi, dapat digunakan sebagai protein fungsional. Jika pigmen hem dihilangkan dari hemoglobin maka akan tersisa globin yang masih berwarna merah muda. Konsentrat globin memiliki sifat aktivitas permukaan yang tinggi dan memiliki sifat pembentukan busa yang baik. Globin komersial telah digunakan untuk menggantikan sebagian daging bebas lemak pada produk patty. Globin dalam produk ini memiliki sifat fungsional yang serupa dengan protein kedelai dan protein susu. Fibrinogen Fibrinogen dapat diubah menjadi fibrin dengan bantuan enzim trombin sehingga terbentuk gel. Proses ini tidak memerlukan panas. Untuk membuat reformed meat (daging dengan sifat-sifat tekstur yang baik), potongan daging dicampur dengan larutan fibrinogen yang telah ditambahkan trombin sesaat sebelum dicampurkan dengan potongan daging. Campuran daging kemudian ditempatkan ke dalam cetakan dan dibiarkan sampai terbentuk daging dengan sifat-sifat yang diinginkan. Pembentukan gel pada daging ini terjadi pada suhu rendah (2–10 derajat Celcius adalah suhu optimumnya), hal ini menguntungkan karena proses pembuatan produk ini dapat dilakukan pada suhu rendah sehingga kerusakan daging akibat pertumbuhan mikroorganisme dapat dihambat. Setelah jadi, daging diangkat dari cetakan dan dipotong-potong. Dengan menggunakan cara di atas, reformed steaks dapat dibuat tanpa pembekuan dan penambahan garam atau fosfat. Selain itu, tidak diperlukan tahap pemasakan sehingga steak dapat dipasarkan dalam bentuk segar. Di Inggris, produk steak yang dibuat dengan menggunakan gel fibrin dipasarkan dengan nama superglue steaks. Sebagai tambahan, selain unsur-unsur yang terdapat dalam darah, darah sendiri dalam bentuk tepungnya juga dapat digunakan sebagai pewarna dan suplemen untuk meningkatkan gizi (sebagai sumber yang kaya Fe dan protein).
kebutuhan fisik ibu hamil memang sangat di perlukan bagi ibu hamil, karena ini tentu sangat berpengaruh terhadap kehamilan atau kandungan ibu yang sedang hamil. Namun tentu kebutuhan fisik ibu hamil tersebut harus kita ketahui agar bisa membantu sang janin bisa bertumbuh kembang secara baik dan lahir dengan sehat tanpa kekurangan suatu apapun.

BERIKUT INI KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL

a.      Oksigen
Oksigen sangatlah dibutuhkan bagi ibu yang hamil, di butuhkan oksigen dengan jumlah yang lebih banyak hal ini di sebabkan si ibu bernafas lebih banyak antara 20 – 25 % dari hari biasanya saat belum hamil. saat kehamilan sedang terjadi perubahan dari sistem respirasi agar bisa memenuhi kebutuhan akan oksigen. Kebutuhan akan oksigen ini terus meningkat dikarenakan, ibu yang sedang hamil bernafas untuk dua orang yaitu si ibu dan janin di dalam kandungan. Dan umumnya selama ibu sedang hamil ini akan sering mengalami keluhan seperti, sesak nafas dan keluhan ini terjadi pada ibu yang hamil.
b.      Nutrisi
Makanan untuk ibu hamil haruslah lebih diperhatikan lagi supaya mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan sang ibu. Untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Nutrisi sangat dibutuhkan bagi fisik ibu hamil agar bisa menyembuhkan luka setelah persalinan dan sebagai cadangan masa laktasi.

c.       Personal Hygine
Selain membutuhkan oksigen dan nutrisi ibu yang hamil juga sangat membutuhkan kebersihan diri, pakaian yang di pakai harus sering sering diganti, perawatan dan kebersihan gigi, pemeliharaan payudara juga penting, putting susu juga harus dibersihkan karena kelak akan di berdampak pada sang bayi.
d.      Pakaian
Pakaian yang hendaknya longgar tidak ketat dan di buat dari bahan katun jangan lupa menggunakan sepatu sebagai alas kaki .
e.       Eliminasi
Pada saat proses eliminasi sering sekali terjadi obstipasi kepada wanita hamil, ini di karenanakan kurangnya gerak badan. supaya melancarkan BAB banyaklah minum, gerakkan badan anda dengan cukup, banyaklahme makan buah buahan dan sayur sayuran.
f.       istirahat dan tidur yang cukup.
Anda juga harus istirahat yang cukup, seandainya anda ibu rumah tangga tetap harus menjaga kondisi tubuh anda jangan telalu lelah, begitu juga anda yang bekerja sebagai wanita karir. Sebaiknya anda melakukan cuti jika anda bekerja melebihi paruh waktu.
g.      Imunisasi
lakukanlah imunisasi agar kandungan anda tetap sehat. tulah kebutuhan fisik ibu hamil yang harus anda ketahui walaupun anda belum mengandung, namun anda memang harus mengetahui kebutuhan fisik ibu hamil agar anda mempersiapkan semuanya dengan tepat.


BAB IV
PENUTUP
3.1  Simpulan
Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa   :
1.      Hemoglobin adalah metal-protein pengangkut oksigen yang mengandung besi  dalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya.
  1. Reaksi bertahap dapat dinayatakan dalam persamaan reaksi kesetimbangan:
·      Reaksi bertahap dapat dinayatakan dalam persamaan reaksi kesetimbangan :
·         Hb + O2 -> Hbo2
·     HbO2 + O2 -> Hb (O2)2
·     Hb (O2)2 + O2 -> Hb (O2)3
·     Hb (O2)3 + O2 -> Hb (O2)4
Reaksi keseluruhan:
·         Hb + 4O2 ->Hb (O2)4
4.      Penggabungan oksigen dengan molekul hemoglobin (Hb) merupakan reaksi yang sangat kompleks. HbO2 adalah oksihemoglobin, kompleks hemoglobin yang menjadi alat transportasi oksigen ke jaringan
5.      Faktor-faktor yang mempengaruhi afinitas hemoglobin (hb) terhadap o2 
·         Keasaman atau pH
·         PO2 atau Tekanan Parsial O2
·         PCO2 atau Tekanan Parsial CO2
·         Temperatur atau Suhu
·         BPG
6.      Kegunaan hemoglobin, yaitu
·         Mengatur pertukaran oksigen dengan karbondioksida di dalam jaringan -jaringan tubuh. 
·         Mengambil oksigen dari paru-paru kemudian dibawa ke seluruh jaringan - jaringan tubuh untuk dipakai sebagai bahan bakar. 
·         Membawa karbondioksida dari jaringan-jaringan tubuh sebagai hasil metabolisme ke paru-paru untuk di buang.


 

DAFTAR PUSTAKA
file:///D:/Hemoglobin%20-%20Wikipedia%20bahasa%20Indonesia,%20ensiklopedia%20bebas.htm
(diakses pada tanggal 27 Februari 2011)
http://blstb.msn.com/i/2A/E1C095CE268BD4D5BCB886784A236E.jpg
(diakses pada tanggal 28 Februari 2011)
http://id.shvoong.com/exact-sciences/biochemistry/2113294-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-afinitas/
(diakses pada tanggal 27 Februari 2011)
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/nutrition/2016228-apa-itu-hemoglobin/
(diakses pada tanggal 27 Februari 2011)
http://pangansehati.files.wordpress.com/2009/07/hemoglobin.jpg
(diakses pada tanggal 28 Februari 2011)
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20481/4/Chapter%20II.pdf
(diakses pada tanggal 27 Februari 2011)
http://www.coheadquarters.com/PennLibr/MyPhysiology/lect4p/fig7.07.gif
(diakses pada tanggal 28 Februari 2011)

No comments:

Copyright © @bang

Sponsored By: GratisDesigned By: Habib Blog